Pemerintah Filipina telah meningkatkan insentif pajak secara signifikan untuk kendaraan listrik (EV) dalam upaya untuk mempercepat adopsi dan mengurangi polusi udara di perkotaan. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan insentif ini memiliki dampak langsung dan positif pada keputusan pembelian konsumen, meskipun tantangan infrastruktur masih ada.
Insentif yang ditingkatkan sering mencakup pembebasan pajak bea masuk, penurunan pajak nilai tambah (PPN), dan fasilitas jalur cepat pada registrasi kendaraan. Gabungan pengurangan biaya awal ini membuat harga EV menjadi jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil, terutama di segmen menengah ke atas.
Konsumen Filipina kini melihat EV tidak hanya sebagai pilihan yang ramah lingkungan tetapi juga sebagai investasi yang cerdas dalam jangka panjang karena biaya operasional yang lebih rendah (penghematan bahan bakar) dan pemeliharaan yang minimal. Penawaran dari merek-merek Tiongkok yang agresif juga mendorong adopsi.
Meskipun harga kendaraan menjadi lebih terjangkau, adopsi massal masih terhambat oleh kurangnya infrastruktur pengisian daya publik yang luas. Pemerintah dan swasta kini berfokus pada pembangunan jaringan stasiun pengisian cepat di pusat-pusat kota dan jalan raya utama.
Kenaikan insentif pajak EV di Filipina telah membuktikan pentingnya dukungan regulasi dalam memicu permintaan konsumen. Ini adalah langkah kunci dalam transisi energi Filipina, menunjukkan bahwa kebijakan fiskal yang kuat dapat menjadi katalisator perubahan pasar.

