Berita bagus! Inflasi di luar negeri (global) katanya mulai ‘adem’. Harga-harga barang impor mulai stabil. Tapi, kenapa pas kita cek, cicilan KPR floating kita rasanya masih ‘mencekik’ leher, ya?
Ini semua tergantung satu ‘wasit’: Bank Indonesia (BI). Tugas utama BI bukan bikin kita kaya, tapi jaga Rupiah tetap stabil. Walaupun inflasi global turun, BI nggak bisa langsung banting setir. Mereka harus liat data: Dolar masih ‘batuk-batuk’ nggak? Ekonomi kita beneran aman?
Terus, Nasib KPR ‘Floating’ Kita Gimana?
Ini dia yang kita tunggu. Kalau BI pede Rupiah aman dan inflasi jinak, mereka akan mulai nurunin Suku Bunga Acuan. Nah, pas bunga acuan turun, cicilan KPR floating, kredit motor, dan utang-utang kita yang ‘ngikutin’ bunga, baru bakal ikutan turun.
Jadi, jangan euforia dulu. Sinyal inflasi global turun ini baru ‘lampu kuning’. Buat kita, ini waktunya review keuangan, bukan malah nambah utang baru. Sabar-sabar, cicilan (semoga) akan indah pada waktunya.
Intisari:
- Inflasi global yang mendingin jadi sentimen positif untuk ekonomi.
- Bank Indonesia (BI) masih akan ‘wait and see’ sebelum menurunkan suku bunga acuan.
- Fokus utama BI adalah stabilitas Rupiah, bukan cuma mengejar penurunan inflasi global.
- Penurunan cicilan (KPR/Kredit) baru akan terjadi jika BI sudah resmi memangkas suku bunga acuan.

