Teknologi Penangkapan Karbon: Solusi Inovatif Asia Tenggara untuk Industri Berat (Semen/Baja).

Teknologi Penangkapan Karbon: Solusi Inovatif Asia Tenggara untuk Industri Berat (Semen/Baja).

Industri berat seperti semen dan baja di Asia Tenggara merupakan kontributor signifikan terhadap emisi karbon, tetapi kini teknologi Penangkapan Karbon (Carbon Capture) menjadi solusi inovatif yang sedang diuji coba. Inisiatif ini didorong oleh tekanan global untuk dekarbonisasi dan komitmen negara-negara di kawasan ini terhadap target netralitas karbon.

Teknologi Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon (CCUS) berfokus pada menangkap CO2 yang dilepaskan selama proses produksi industri, mengompresinya, dan menyimpannya di bawah tanah secara permanen (misalnya di formasi geologi yang sudah habis) atau menggunakannya kembali untuk tujuan lain.

Solusi inovatif di Asia Tenggara seringkali melibatkan kolaborasi antara perusahaan energi dan produsen semen/baja, memanfaatkan infrastruktur pengeboran dan penyimpanan yang ada. Ada juga penelitian yang berfokus pada mengubah CO2 yang ditangkap menjadi bahan bangunan baru, menjadikannya model ekonomi sirkular.

Tantangan utama penerapan CCUS adalah biaya awal yang sangat tinggi dan energi yang dibutuhkan untuk proses penangkapan. Dukungan regulasi, insentif pajak karbon, dan investasi dana hijau dari pemerintah dan lembaga keuangan internasional sangat diperlukan untuk membuat CCUS layak secara ekonomi.

Penerapan teknologi Penangkapan Karbon menunjukkan keseriusan Asia Tenggara dalam mengatasi emisi industri yang sulit dihilangkan (hard-to-abate sectors). Keberhasilan proyek-proyek percontohan ini akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan iklim regional sambil mempertahankan pertumbuhan industri vital.